Perusahaan Kecil
Kewirausahaan dapat dimulai dari suatu perusahaan kecil
(small Bussines) yang kepemilikannya bisa diperoleh dari tiga cara yaitu dengan
meneruskan usaha orang tua atau membeli perusahaan yang telah ada serta dengan cara
memulai usaha yang sama sekali baru.Pada cara pertama pada umumnya remaja mulai
dengan belajar sambil membantu bekerja pada perusahaan orang tuanya dan
kemudian meneruskan usaha tersebut
sesudah orang tuanya tidak lagi mampu melanjutkan usahanya karena faktor usia yang sudah lanjut.Masalah yang banyak
muncul adalah jika memulai usaha yang baru sama sekali sebab dalam hal ini
harus disiapkan suatu perencanaan yang cukup matang.Hal ini dikarenakan pada
awal usaha kecil tersebut perusahaan belum memperoleh konsumen yang pasti.Demikian
pula pengusaha masih harus banyak belajar dalam memilih bahan baku,sediaan dan
tenaga kerja yang terampil.
Dalam kaitan tersebut terdapat beberapa alternative untuk
suksesnya pengembangan usaha kecil,yaitu :
1.
Faktor-faktor komplementer dari tenaga kerja
terus dikembangkan terutama tenaga pimpinanyaitu disamping memiliki sikap
kewirausahaan juga sikap manajerial.
2.
Diupayakannya untuk pengembangan industri kecil
pengolahan hasil pertanian dalam berbagai skala yang berlokasi diwilayah
pedesaan.Hal ini dimaksudkan agar dapat menyerap tenaga kerja dipedesaan.
3.
Untuk memperkuat sumber daya tamping kesempatan
kerja sektor industri agar di upayakan lebih banyak lagi hubungan keterkaitan
antara sub sektor Industri Besar dan Sedang dengan sub sektor industry kecil
atau perusahaan kecil.
Perbedaan antara
perusahaan keci dan perusahaan besar :
*Perusahaan Kecil
-Pada umumnya dipimpin dan dikelola oleh pemiliknya
-Struktur organisasinya sederhana dan masih banyak
perangkapan tugas atau jabatan pada seseorang.
-Persentase kegagalan usaha relative cukup tinggi
-Kesulitan untuk mengembangkan usaha dikarenakan sulit
memperoleh pinjaman dengan syarat lunak.
*Perusahaan Besar
-Pada umumnya dikelola atau dipimpin oleh manajer
professional
-Struktur organisasinya kompleks dan sudah ada spesialisasi
pekerjaan.
-Persentse kegagalan usaha relative rendah
-Modal jangka panjang relative lebih mudah diperoleh untuk
pengembangan usaha.
Kegagalan usaha dari perusahaan kecil disebabkan beberapa
faktor berikut ini :
1.
Kurang dapat mendeteksi pasar dan
perubahan-perubahan persaingan
2.
Terlalu sedikitnya pengetahuan manajer tentang
ekonomi dan kurang mampunya manajer dalam mengelola sumber daya manusia.
3.
Tidak membuat perencanaan keuangan dan keadaan
darurat dalam bisnis.
4.
Tidak adanya budaya untuk bekerja keras dengan
jam kerja yang panjang.
5.
Pimpinan kurang mampu mendelegasikan tudas dan
tanggung jawab kepada karyawannya (kurang ada rasa percaya)
6.
Tidak menyelenggarakan catatan-catatan transaksi
keuangan dengan baik sehingga sering kali sistem control terhadap persediaan
barang dan piutang kurang seksama.
7.
Banyak membiarkan kredit yang tidak bijaksana.
8.
Tidak bersedia menggunakan media promosi untuk
mengenalkan produk/jasa.
Alasan perlunya
pengembangan perusahaan kecil :
1.
Perusahaan kecil melibatkan atau menyerap
sejumlah besar sumber daya manusia termasuk didalamnya para wirausahawan atau
calon-calon wirausahawan.
2.
Dalam jangka pendek dapat mengatasi pembagian
pendapatan yang belum merata dan juga mengatasi masalah pengangguran.
3.
Dapat mempertinggi kemampuan produktfi sumber
daya manusia,karena mereka dapat belajar pada tempat mereka bekerja.
4.
Dalam jangka panjang dapat meningkatkan
kecepatan perusahaan struktur ekonomi disemua daerah.
Langkah-langkah nyata
untuk pengembangan perusahaan kecil
1.
.Penyebarluasan dan pengembangan minat berusaha
(sense of business).
2.
.Pemberian bantuan kredit dari bank dengan
syarat lunak bagi para pengusaha kecil.
3.
Peningkatan keterampilan angkatan kerja dengan
perluasan kesempatan kerja.
4.
Perbaikan keterampilan personalia
perbankan,terutama dalam pemberian layanan kepada para pengusaha kecil yang
ingin mengembangkan usahanya dengan menambah modal melalui pengambilan kredit
bank.
5.
Membentuk atau mengaktifkan kembali
sentra-sentra indusrti kecil dipedesaan untuk memperluas kesempata kerja
dipedesaan yang pada gilirannya akan dapat mencegah arus urbanisasi.
6.
Pembatasan investasi pada industry pada modal
dan memperbanyak perluasan kesempatan berusaha dengan cara mendorong
terbentuknya sistem mitra usaha dan “bapak angkat” antara perusahaan besar dan
perusahaan kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar